Ekspansi Wagon Singapura Diakui se-Asia Tenggara, Akankah Dibentuk Klub Wagon Lainnya?
iamautomodified.com, SINGAPURA – Kumpulan pecinta mobil MPV dengan nama Wagon Singapura, mulai berkspansi di jagat modifikasi internasional dengan memproklamirkan keberadaannya di ajang kompetisi International Auto Modified (IAM) Singapura yang digelar di Hall 6A, Singapore Expo yang berlangsung pada 28-29 September 2024.
Seperti diketahui, bahwa pecinta Wagon di Asia Tenggara sudah mulai menyeruak. Hal itulah yang menjadikan Wagon Singapura lahir ‘premature’. Melihat hal ini, tentunya mereka berencana untuk meresmikan klub Wagon lain di negara Asia selanjutnya. Selaiknya komunitas ataupun klub mobil lainnya, Wagon Singapura berhasil menghimpun puluhan member pecinta MPV se-Singapura untuk mempererat persaudaraan serta menjalin kebersamaan antar member.
Klub yang diprakarsai pada tanggal 23 Januari 2023 ini memang nampak terlihat keakrabannya. Karena memang klub ini terlahir berkat keramahan serta keakraban ‘sang Presiden’ terhadap para anggotanya.

Rusli yang bertindak selaku President Wagon Singapura ini menyatakan, terbentuknya klub ini bertujuan untuk mempersatukan kaum Melayu yang menyukai ‘kereta’ berjenis Wagon.
“Kami ingin merekrut seluruh pecinta maupun penggila Wagon khususnya di wilayah Singapura ini. Kami senang menjalin keakraban antar sesama, meskipun kami berbeda klub dengan lainnya tetapi dalam hal hobi kami tetap solid,” ujar Rusli, saat ditemui IAM, Ahad 29 September 2024.
Saat ini Wagon Singapura, kata Rusli, sudah berhasil merangkul 40 member yang aktif. Sementara yang mengikuti kompetisi modifikasi IAM tercatat ada 9 member. “Untuk sementara, hanya 9 member ini yang kami terjunkan dalam kompetisi ini,” kata dia.

Hal senada juga dikatakan oleh Hidayatullah, selaku vice president Wagon Singapura. Dia juga mengatakan bahwa di Singapura ini memang regulasinya sangat ketat, oleh karenanya sangat sedikit aekali mobil (kereta) yang sudah custom.
“Yang berhasil kami himpun di event IAM ini untuk sementara ada 9 member. Oleh sebab di Singapura ini regulasinya sangat ketat, tidak boleh ada nampak di jalan-jalan kendaraan custom, tapi sekadar untuk show off dan mengikuti kompetisi cukup lumayan maju,” ungkapnya.

Itupun, kata Hidayat, sangat dibatasi. Untuk eksterior hanya seperti yang dilihat di kompetisi IAM. “Untuk modif engine amat sulit, hanya boleh pakai airsuspension. Yang penting dari luar nampak segar dan custom,” kata dia.
Menurut Hidayat, tak banyak harapan yang Wagin Singapura inginkan dalam kompetisi ini, mereka hanya ingin menjalin silaturahim bersama para member komunitas/klub mobil lain di Singapura.
“Disini kami hanya mencari persaudaraan dan sekadar gathering bersama para member lain. Meskipun kami tak meraih trophy kami cukup senang karena kami telah berpartisipasi di event ini,” pungkasnya.