Fronx yang Berbisik Pelan: Menguji Pesona Si SUV Coupe Masa Depan di BSD
iamautomodified.com, TANGERANG – Langit BSD menggantung gelap, seolah menahan hujan yang tak jadi jatuh. Angin sore menggulung pelan saat kami memarkirkan tubuh mungil berbalut elegan milik Suzuki Fronx Hybrid tipe SGX di depan gerbang The Mozia. Ia tampak tak gentar di bawah awan yang muram, justru bersinar lembut dengan siluet SUV Coupe-nya yang tajam namun bersahaja.
Fronx tidak sekadar mobil, ia seperti teman perjalanan yang tahu kapan harus diam, dan kapan harus unjuk gigi. Selasa, 29 Juli 2025 itu, saya mengujinya di sekitar ICE BSD. Jalanan yang relatif lengang dan medan aspal mulus menjadi panggung ideal baginya untuk memperkenalkan diri. Dan ia melakukannya dengan percaya diri.

Menyapa dengan Lembut, Menggoda dengan Desain
Dari luar, Fronx SGX sudah menggoda dengan tatapan LED 3-titik khasnya. Daytime Running Light-nya menyala tegas, seolah berkata, “Ayo, mari kita mulai petualangan ini.”
Desainnya SUV, tapi dengan atap melandai layaknya coupe Eropa yang tak suka berteriak. Ia bukan si tampan yang garang, tapi si anggun yang tajam. Dimensinya pas untuk kota, namun cukup gagah untuk menantang batasan luar kota.
Velg hitam 16 inci menyempurnakan persona urban-nya, tak terlalu besar, tapi sangat serasi.

Kabinnya Adalah Pelukan Modern
Begitu saya masuk, Fronx menyambut dengan aroma interior baru yang manis dan permainan warna burgundy-hitam di dashboard yang elegan. Material jok perpaduan sintetis dan kain membuatnya terasa premium tanpa berlebihan. Ada kesan mobil ini tahu cara memeluk pengemudi tanpa mendominasi.
Begitu tombol Start-Stop Engine ditekan, Fronx tak mengaum. Ia berbisik. HUD-nya memunculkan data penting seolah membisikkan informasi langsung ke mata saya. Layar sentuh 9 inci mengalirkan koneksi Apple CarPlay dan Android Auto dengan cepat, dan fitur pengisian daya nirkabel membuat ponsel saya ikut beristirahat dengan nyaman.
Kabin terasa senyap… hampir. Karena kenyataannya, Fronx masih “mendengar” dunia luar. Meski Suzuki telah menanamkan teknologi Noise, Vibration, and Harshness (NVH) Reduction, suara-suara liar dari luar kadang masih menyelinap masuk, seperti ingin ikut bercerita di dalam kabin.

Melaju Bersama Mesin yang Berpikir
Fronx SGX menggunakan jantung hybrid 1.500cc K15C, lengkap dengan teknologi SHVS (Smart Hybrid Vehicle by Suzuki). Di balik setir, saya tidak sedang menaklukkan mesin, tapi berdansa dengannya. Bantuan akselerasi dari Integrated Starter Generator-nya membuat setiap injakan gas terasa ringan namun responsif.
Setiap kali berhenti di lampu merah, mesin seolah tahu kapan harus tidur. Dan ketika pedal diinjak kembali, ia bangun dengan lembut tanpa drama. Inilah simfoni senyap yang ditawarkan teknologi hybrid Suzuki efisien, ramah lingkungan, dan tetap menyenangkan.

Suspensi: Kawan Setia di Jalan Tak Sempurna
Dengan suspensi MacPherson Strut di depan dan Torsion Beam di belakang, Fronx tidak pernah memaksa. Ia menyesuaikan diri dengan kontur jalan. Setiap gundukan kecil dilibas dengan tenang, dan setiap belokan dijalani dengan stabil. Radius putar 4,8 meter membuktikan bahwa ia memang diciptakan untuk kota yang padat dan sempit.

Kesimpulan: Fronx, Mobil yang Tidak Membuatmu Berteriak
Fronx tidak berisik, tidak juga flamboyan. Ia sopan, tahu tempat, dan menyenangkan diajak ngobrol pelan-pelan. Jika harus dikritik, maka hanya karena ia terlalu terbuka terhadap suara luar. Tapi mungkin itu bagian dari karakternya, ia tidak ingin mengasingkan kita dari dunia, hanya ingin menemani dengan lebih baik.
Suzuki Fronx Hybrid SGX adalah jawaban untuk mereka yang ingin masa depan, tapi masih menghargai kenyamanan masa kini. Bagi saya, ia bukan cuma mobil. Ia adalah teman satu sore yang akan saya ingat lama, sederhana, cerdas, dan punya hati yang hijau.