Hino Soroti Faktor Manusia hingga Perawatan Kendaraan dalam Keselamatan Transportasi
iamautomodified.com, JAKARTA — PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) mendorong peningkatan keselamatan transportasi darat melalui penguatan kompetensi pengemudi dan manajemen perawatan kendaraan.
Upaya itu disampaikan dalam panel diskusi bertajuk “Membangun Moda Transportasi yang Aman & Laik Jalan” di ajang GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Diskusi tersebut menghadirkan Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Ahmad Wildan, Direktur Pengembangan Bisnis dan Organisasi PO Primajasa Bayu Permana, serta Training Division Head HMSI Pieter Andre.
Ahmad Wildan mengungkapkan, faktor manusia masih menjadi penyebab utama kecelakaan transportasi di Indonesia. Selain itu, kondisi kendaraan dan sistem operasional juga turut memengaruhi tingkat keselamatan di jalan.

“Berdasarkan hasil investigasi KNKT, human factor masih menjadi penyebab utama kecelakaan. Selain itu, kondisi kendaraan dan sistem operasional juga berpengaruh,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa peningkatan kompetensi pengemudi serta pengelolaan perawatan kendaraan menjadi langkah krusial untuk menekan angka kecelakaan.
Senada, Pieter Andre menyebut pelatihan pengemudi dan manajemen perawatan kendaraan sebagai bentuk investasi keselamatan bagi perusahaan transportasi.
Menurutnya, pengemudi kendaraan niaga memegang tanggung jawab besar dalam operasional di jalan. “Pelatihan yang berkelanjutan akan meningkatkan kompetensi, kesadaran keselamatan, serta efisiensi berkendara. Selain itu, manajemen perawatan kendaraan yang baik memastikan kendaraan selalu laik jalan,” kata Pieter.

Dari sisi operator, Bayu Permana menegaskan pihaknya telah menerapkan sistem rekrutmen ketat dan pelatihan berkala bagi pengemudi. Selain itu, perusahaan juga menjalankan manajemen perawatan kendaraan secara disiplin sesuai standar agen pemegang merek (ATPM).
“Mulai dari prosedur bengkel, fasilitas, hingga peningkatan kompetensi mekanik dan penyediaan inspector kendaraan kami tingkatkan,” ujarnya.
Melalui forum ini, para pemangku kepentingan menekankan pentingnya kolaborasi antara ATPM, regulator, dan operator dalam membangun ekosistem transportasi yang lebih aman.
Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci untuk menghadirkan moda transportasi yang laik jalan serta memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat.