18 Tahun Jadi Konseptor Bodykit, Begini Kisah Evan Pertahankan Auto Concept

iamautomodified.com, SURABAYA – Bengkel Auto Concept menjadi ‘buah bibir’ di kalangan pelaku modifikasi khususnya di Surabaya. Namanya kian meroket usai berhasil menciptakan terobosan baru dalam merancang custom bodykit yang diklaim berbeda dari bengkel modifikasi lainnya, seperti apa sih penemuannya?
Sejarah panjang yang kontroversial dalam pendirian Auto Concept ini mulai nampak atas kegigihan Evan, sang pemilik bengkel tersebut. Diakuinya, sebelum Auto Concept dicetuskan, Evan masih bekerjasama (kongsi) dengan bengkel custom lainnya di tahun 2001.
Setahun kemudian di 2002, Evan sudah berani membuka bengkel sendiri di bulan Februari 2002 dengan nama Auto Concept. Hingga kini bengkel tersebut tetap fokus melayani modifikasi bodykit serta audio mobil.
Dia juga menyadari bahwa kesuksesan itu tidak serta merta datang begitu saja, banyak tantangan bahkan sandungan yang turut menyertai perjuangannya. Menurutnya, Auto Concept juga pernah mengalami cacat nama hingga menjadi cibiran negatif customer.
“18 tahun berdiri, suka-dukanya banyak. Namun, meski demikian saya tetap menggunakan nama tersebut. Karena Auto Concept sudah banyak dikenal oleh seluruh pelanggan. Tinggal bagaimana kita memulihkan serta memutar-balikkan dari yang hancur menjadi baik itu persoalannya,” buka Evan, saat ditemui IAM di markas kediamannya di Jalan Darmo, No.15, Surabaya, Senin 2 Maret 2020.
Menurut Evan, Auto Concept mengandung filosofi yang bermakna yakni ‘konseptor’. Jadi, nama tersebut disesuaikan lewat imajinasinya dalam merancang desain modifikasi yang unik dan berbeda.
“Misalkan, seperti yang saat ini saya garap yaitu mobil Honda CRV ini. Terus terang pemiliknya itu tidak tahu kalau mobilnya bakal dijadikan seperti ini. Karena dia menyerahkan sepenuhnya kepada Auto Concept untuk menggarapnya. Intinya dia percaya, ya kita akan berbuat semaksimal mungkin untuk menciptakan yang terbaik,” kata Evan.

Jadi pas mobil itu datang, pemiliknya bingung ingin dirancang seperti apa? Akhirnya kita buktikan dengan memegang amanat dari Richard (pemilik mobil). Setelah tahu hasilnya, diapun akhirnya puas.
“Dalam merancang bodykit saya gak pernah pakai cetakan. Saya hanya menggunakan imajinasi lewat konsep yang diaplikasikan pada desain bodykit. Jadi menurut saya jangan khawatir untuk membuat konsep yang beda. Pasti anda akan dicari customer,” tegas Evan.
Jika sudah jual cetakan, lanjutnya, lambat laun bakal dicetak ulang oleh orang lain. “Andaikan kita menjual hasil cetakan seharga Rp. 5 juta, kemudian ada yang mencetak ulang dan dijual kembali dengan harga yang melebihi penjualan kita, tentu bakal miris,” imbuhnya.
Evan mengakui bahwa dirinya tidak bisa merancang desain, tapi ia bisa membayangkan melalui imajinasi dan diterapkan pada sebuah mobil. Salah satu hal yang paling penting dalam modifikasi eksterior adalah tekukan bodykit.
“Kalau kita gak ngikutin Jepang seperti Liberty Work, ataupun Rocket Bunny itu hasilnya pasti bakalan kotak-kotak gak berbentuk oval. Tapi kalau kita condong ke arah sana, hasil desain bodykitnya pasti ketemu,” kata Evan.
Untuk pengerjaan modifikasi bodykit, Evan hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 sampai 2 bulan mobil sudah jadi. Sementara biaya yang disiapkan customer minimal Rp. 50 juta dan itu sudah termasuk pergantian velg.
Karena kata Evan, velg itu akan menentukan konsep body. Kalau velg tidak ketemu, tentunya bakal sulit mempersatukan rancangan bodykitnya. “Makanya customer saya suruh beli velg dan kaki-kakinya terlebih dahulu. Kalau bodynya dulu baru kemudian velgnya itu konsep yang salah,” pungkasnya.