Mau Tahu Rahasia Sukses A3 Green Audio Jalani Bisnisnya? Ini Bocorannya!

iamautomodified.com, SURABAYA – Bengkel A3 Green Audio menjadi populer lewat balutan konsep audio Sound Quality Loud (SQL), berbekal perangkat sound system murah namun memiliki suara yang berkualitas.
Dibalik semua itu, sang owner memberikan sedikit bocoran perihal kepiawaiannya dalam merancang audio mobil sehingga kerap unggul di berbagai kompetisi.
Sang owner, Ahmad Erwin Wahyudi mengakui bahwa mayoritas perangkat audio yang dipromosikannya itu berasal dari barang-barang non brand, murah, dan belum pernah ada di pasaran.
Menurutnya, barang-barang tersebut didatangkan langsung dari China yang dipesan melalui kawannya. Harganya pun jauh lebih murah ketimbang produk yang sudah memiliki brand.
“Meski demikian, kita sering banget menangin kompetisi audio. Jadi yang menjadi point saya, barang sebagus dan semahal apapun kalau cara instalasinya kurang benar dan cara settingannya kurang pas, hasilnya tentu menjadi kurang bagus,” aku Erwin (sapaan akrabnya).
Terutama di instalasi, dalam hal ini penggunaan kabel. Erwin mengakui bahwa ia juga tidak pernah menggunakan kabel yang sudah branded ataupun yang mahal. Kemudian, lanjutnya, dari pengaturan kosmetik. Seperti tata letak speaker, volume speaker, twitter, kapasitas power, subwoofer serta volume kubikasi sub woofer itu pengaruhnya besar sekali.
“Meski dilakukan treatment, gak semudah itu juga. Kita treatment awal 1 mobil itu bisa 3-4 kali bongkar-pasang hanya untuk menemukan volume serta posisi yang pas. Kalau sekarang, karena kita sudah terbiasa jadi sudah di luar kepala,” terang dia.
Rata-rata, lanjut Erwin, box audio kosmetik besutan A3 Green Audio gak seberapa bagus desainnya. Karena Erwin lebih mengutamakan kualitas suara bukan kosmetik.

“Kecuali mobil itu kita terjunkan untuk kontes interior atau kosmetik audio, itu beda lagi. Kalau untuk kosmetik audio, kita utamakan di desain kosmetiknya. Beda kalau kita terjun di SQL dan APL, kita lebih menguatamakan di kualitas suaranya. Jadi untuk desain jadi nomor dua,” papar Erwin.
Bicara menyoal budget untuk meng upgrade perangkat sound system di A3 Green Audio itu masih standar. Hanya di kisaran harga Rp. 15-20 juta, Erwin sudah bisa membawa customernya naik podium.
“Bengkel kita juga sudah dikenal sejak lama sekitar 4-5 tahun yang lalu, selalu membawa non brand alias independen. Karena beda merek (audio) sudah pasti karakternya akan berbeda. Tinggal bagaimana kita menyesuaikan,” kata dia.
“Intinya, kita harus tahu dulu brand , misalnya, karakter suaranya seperti apa? nah, kita harus menyesuaikan. Di kosmetiknya nanti, kita bikin volumenya berapa, posisinya dimana saja itu juga harus disesuaikan. Box audio juga besar pengaruhnya.” sambung Erwin.
Kalau menganut soal tren audio yang masih marak digemari para pecinta audio adalah SQL dibanding SQ ataupun SPL. Karena menurut Erwin, SQL punya daya tarik tersendiri, disaat perform dengan lighting, ditambah lagi dengan dancer serta DJ perform. ” Hal ini yang sering mengundang minat pengunjung untuk menyaksikan,” tegasnya.
Erwin berharap kepada seluruh pecinta otomotif Indonesia, semoga di tahun 2020 ini para modifikator akan semakin berkembang untuk memajukan dunia modifikasi, lebih berkreasi lagi dari tahun sebelumnya. “Intinya, sesama kompetitor kita saling menjaga, menghormati serta bersaing secara sehat,” tuntasnya.