Kenapa Hyundai dan KIA Kerap Jadi Incaran Pencurian Mobil?

iamautomodified.com, AMERIKA – Produsen mobil asal Korea Selatan, bakal menarik kembali (recall) untuk produk Hyundai dan KIA lantaran kurangnya fitur keamanan sehingga beresiko tinggi untuk dicuri.
Berdasarkan laporan Reuters, Jaksa Agung dari 18 negara bagian menyerukan kepada regulator federal untuk menarik kendaraan-kendaraan tersebut. Pencuri telah menargetkan mobil-mobil tertentu dari pembuat mobil Korea ini sejak tantangan Tik Tok yang aneh menjadi viral.
Kendaraan yang dibuat antara tahun 2010 dan 2021, termasuk Kia Soul dan Hyundai Tucson, menjadi rentan karena banyak yang tidak dilengkapi dengan fitur sederhana seperti engine immobilizer.
Mengutip Carbuzz, Jaksa Agung California Rob Bonta mengatakan hal ini membahayakan pengendara dan masyarakat. “Kegagalan Kia dan Hyundai untuk memasang fitur keselamatan standar pada banyak kendaraan mereka telah membahayakan pemilik kendaraan dan masyarakat,” tegasnya.
Bahkan, kata dia, Negara-negara bagian juga telah menulis kepada Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) untuk mengungkapkan kekhawatiran mereka.
Meskipun kendaraan yang terkena dampak tidak dilengkapi dengan sesuatu yang sederhana seperti engine immobilizer, perusahaan yakin penarikan tidak diperlukan.
“Model khusus ini sepenuhnya mematuhi semua standar federal yang berlaku, penarikan kembali tidak sesuai dan tidak perlu menurut undang-undang federal,” kata Kia.
Anehnya, immobilizer mesin tidak diamanatkan oleh persyaratan federal. Dengan demikian, pencuri telah menemukan cara untuk mencuri mobil-mobil ini hanya dengan menggunakan USB dan obeng.
Di puncak masalah, Kia mengatakan akan menyediakan perangkat kunci roda kemudi kepada pemilik, sementara Hyundai mengklaim telah mengidentifikasi kit keamanan yang akan menghentikan terjadinya pencurian ini.

Pada bulan Februari, kedua pabrikan mengatakan mereka akan meluncurkan peningkatan perangkat lunak anti-pencurian gratis ke 8,3 juta kendaraan. Perbaikannya akan melihat modul kontrol kendaraan diperbarui untuk mengaktifkan fitur ‘ignition kill’ yang akan aktif saat mobil dikunci dengan key fob.
Meskipun demikian, pejabat pemerintah tidak puas. “Alih-alih mengambil tanggung jawab dengan tindakan korektif yang tepat, pembuat mobil ini malah memilih untuk menyerahkan risiko ini kepada konsumen dan komunitas kami,” tambah Bonta.
Jaksa Agung California menambahkan, immobilizer itu dipasang pada kendaraan Kia dan Hyundai yang dijual di Eropa dan Kanada. Namun, fitur sederhana itu dilaporkan dihilangkan di Amerika Serikat.
Ini bukan kali pertama anggota parlemen dan politisi mempertimbangkan masalah ini. Pada Desember 2021, kota Milwaukee mempertimbangkan untuk menuntut Kia dan Hyundai setelah pencurian mulai marak di wilayah tersebut.
Menurut Lembaga Data Kerugian Jalan Raya Lembaga Asuransi untuk Keselamatan Jalan Raya, klaim pencurian untuk model Hyundai dan Kia hampir dua kali lipat dari kendaraan 2015 – 2019 dari pabrikan lain.
Jika jaksa agung berhasil dan Hyundai dan Kia terpaksa menarik kembali jutaan kendaraan, kedua pembuat mobil itu bisa menghabiskan jutaan dolar untuk memperbaiki masalah tersebut.