Privater Low : Sendiri, Bukan Berarti Harus Menyendiri
iamautomodified.com, YOGYAKARTA – Sebuah klub mobil asal Yogyakarta dengan nama Privater Low, kembali berpartisipasi di ajang event modifikasi Indonesia Automodified (IAM) MBtech 2019. Pada kompetisi kali ini, klub mobil dengan julukan ‘sendiri’ tersebut berhasil memborong sejumlah tropi.
Dan yang paling mereka banggakan diantaranya adalah tropi Hottest Car Club Participation. Melalui raihan tersebut, Wahyu Wekka selaku penggagas Privater Low menyatakan kegembiraannya lantaran bisa meraih kategori tersebut.
“Di ajang IAM MBtech 2019 ini, kita menerjunkan 8 mobil. Tujuh berada di indoor, dan yang satu lagi berada di area outdoor karena dress up mobil yang terlalu chamber dan lebar sehingga ia tak bisa masuk pintu loading,” jelas Wahyu.

Cikal-bakal Privater Low sebetulnya agak sedikit ‘nyeleneh’. Sebab, sejak semula di 2014 lalu, Wahyu hanya sekadar iseng bentuk nama tersebut. “Dulu saya memang main mobil cuma city car, dan sempat diajak klub lain untuk gabung. Tapi saya gak mau. Soalnya, saya gak mau ada keterikatan, yang penting saya kenal banyak teman,” kilahnya.
Kemudian, berjalan waktu Wahyu pun membuat sticker Privater Low, lantaran ingin bermain secara personal. “Ternyata lama-kelamaan, banyak teman yang ingin gabung. Anehnya lagi, ketertarikan mereka untuk gabung lantaran suka sama desain stickernya,” seru Wahyu.
Akhirnya, kata dia, satu-persatu masuklah semua member ke Privater Low. Wahyupun kemudian menerima mereka untuk masuk ke dalam suatu wadah klub. Sementara, kegiatan Privater sendiri, laiknya klub-klub mobil lainnya ada kopdar, touring serta baksos.
“Kenapa Privater Low?, ya karena awalnya saya kepingin sendiri dan gak mau gabung ke klub lain. Meskipun bermakna ‘sendiri’, yang penting jangan pernah merasa takut dan jangan pernah merasa minder, karena kenalan kita semua banyak,” pesan Wahyu kepada membernya.

Wahyu juga menyatakan member Privater Low, sebenarnya sudah cukup lumayan. Namun yang aktif di group WA itu hanya berjumlah 30 personil. “Karena kita takut kalau terlalu banyak nantinya disalahgunakan seperti jual-beli online, atau penipuan mengatasnamakan Privater. Kita saring-saring lah yang memang tidak aktif,” tegasnya.
Privater Low sendiri, berpusat di Jogja. Sementara cabangnya, terdapat di Magelang, Kebumen, Semarang dan Kudus. “Pernah juga ada orang Padang yang bertemu saya, dia juga ingin membuka chapter disana, tapi kita masih pilah-pilah dulu laah. Soalnya kita kan jauh, takutnya Pusat mantaunya juga susah. Seperti yang saya katakan tadi, takut disalahgunakan saja,” paparnya.
Mengenai kategori terbaru yang digagas IAM MBtech ini, Wahyu juga mengakui bahwa Privater Low umumnya sudah mengetahui aliran modifikasi apa yang dikejar di ajang tersebut.
“Untuk kategori sendiri kan juga sudah berubah secara bertahap. Kami juga sudah mulai faham perihal kategori yang diberlakukan IAM MBtech ini. Yang penting kita membangun mobil itu tidak asal, serta masih proper looks good lah. Mobil keren, tapi masih enak untuk Daily use,” kata dia.
Tahun 2018 lalu, Privater Low juga pernah terjun di IAM MBtech yang digelar di JEC, cuma hanya 4 mobil. Oleh karena tahun ini sudah mulai pada jadi mobilnya, akhirnya ke-8 mobil yang siap ikut kontes.