Terjun Berlaga di IAM MBtech dan DDC Jogja, Taruna Owners Jalin Guyub ‘Seduluran Selawase’
iamautomodified.com, YOGYAKARTA – Pada kompetisi Daihatsu Dressup Challenge (DDC) yang diselenggarakan bersamaan dengan Indonesia Automodified (IAM) MBtech Jogja 2019, komunitas pecinta dan pemilik mobil Taruna alias Taruna Owners turut berpartisipasi di ajang tersebut.
Dalam gelaran ini, Taruna Owners (TO) menerjunkan 7 mobil di kompetisi DDC dan 3 mobil terjun di IAM MBtech. Sri Hartanto, Koordinator Wilayah (korwil) TO Semarang mengatakan, partisipasi di ajang ini TO bertujuan untuk bisa bersilaturahmi dengan member TO lainnya, intinya ‘seduluran selawase’.
Taruna Owners diprakarsai oleh Dominikus Susanto, pada tanggal 23 Oktober 2001. Melalui Taruna Owners, si penggagas ingin mencari serta mewadahi para pemilik kendaraan Daihatsu Taruna di Indonesia. Ide itu diwujudkan dengan meciptakan sebuah komunitas melalui fasilitas mailing-list yahoogroups.

Berjalan waktu, hingga bulan Januari 2003, komunitas ini menyusun kepengurusan secara perdana serta mengukuhkan keberadaannya sebagai organisasi nirlaba dengan mendaftarkan diri ke Ikatan Motor Indonesia – Daerah Khusus Ibukota Jakarta, dan telah diterima dengan nomor anggota klub 108.
Seiring berjalannya waktu, anggota komunitas ini bertambah hingga saat ini sudah melebihi 1000 member yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia. Sebagian besar anggota adalah keluarga muda dan konsentrasi terbesar jumlah anggota berada di DKI Jakarta dan sekitarnya.
Taruna Owners juga telah memiliki perwakilan Sekretariat wilayah seperti Jambi, Jateng DIY, Nusa Tenggara Barat, Purwokerto, Banten, Indramayu, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Riau, Sulawesi Utara, Lampung, Bogor, Bandung, Surabaya, Medan dan Bali.
Sri Hartanto, Koordinator Wilayah (korwil) TO Semarang menegaskan bahwa gabung di Taruna Owners tidak dipungut biaya, alias free registrasi, asal punya mobil dan solid sudah cukup. Untuk seragam biasanya bisa dibeli di TO Pusat di Jakarta.

“Kalau saya gabung di TO itu sejak tahun 2014. Sementara di Semarang sendiri TO berdiri sejak tahun 2004. Di event IAM MBtech dan DDC ini kita juga mewakili eksistensi mereka ada yang dari TO Jogja, TO Semarang, TO Temanggung, dan TO Magelang,” ungkap Sri Hartanto, Koordinator Wilayah (korwil) TO Semarang.
Kegiatan yang diadakan sangat bervariasi dari yang bersifat teknis, rekreasi hingga sosial, selain kegiatan yang bersifat pertemuan rutin dan interaksi di mailing list. “Kalau kita sih pernah juga Touring hingga ke Madura dengan melewati rute Semarang dan Surabaya,” kata dia.
Bagi para penyuka mobil Taruna, Sri Hartanto mayakinkan bahwa modifikasi mobil ini juga gak terlalu sulit. Tergantung model style seperti apa, kadang aja juga yang beraliran offroad ada juga yang city alto.
“Kendalanya cuma di kaki-kaki, tapi sekarang kan ada sistem baru. Kita downlift (turunkan) kaki-kaki di sektor depan, istilahnya meskipun mobil tinggi tapi tetap standar,” jelasnya.
Mobil Taruna ini juga bisa digunakan sesuai kebutuhan, kalau memang mau terjun di dunia perlumpuran harus melengkapi dengan fullbar, sidebar, racks, paling tidak ada perangkat towing sama wins. “Tapi kalau untuk hanya city alto saja paling hanya variasi di fullbar, sidebar sama racks dan towing saja sudah cukup,” pungkasnya.