Ini Cara Jitu Agar Supercar dan Sportcar Resmi Menyandang Gelar Sultan

iamautomodified.com, JAKARTA – Deretan supercar hadir memberi warna tersendiri bagi penyelenggaraan kompetisi Indonesia Automodified (IAM) yang berkolaborasi dengan IIMS Motobike Show di area Dome, Senayan Park, pada 27-28 November 2021.
Di dalam area tersebut, nampak mobil-mobil super mewah seperti Lamborghini Aventador Raffi Ahmad, McLaren 720S, McLaren 765LT, Honda S2000, BMW M2 Charock, Audi R8, Porsche Cayman, dan Ferrari dari beragam model, menjadi bagian dalam kompetisi modifikasi di IAM Jakarta 2021 ini.
Partisipasi mereka di event ini diwadahi oleh masing-masing klub mobil ternama diantaranya SKY TEAM, CRK dan Adi Godzila. Dari ketiga klub tersebut, SKY TEAM memperoleh trophy ‘Ultimate Club Theme’, Klub dengan konsep modifikasi tematis yang seragam dalam satu klub terbaik menurut Judges.

SKY TEAM menerjunkan 4 mobil diantaranya Lamborghini Aventador Raffi Ahmad, Lamborghini Aventador Rahaditya, McLaren 765LT dan McLaren 720S. Kemudian CRK juga menampilkan mobil-mobil terbaiknya seperti Porche Cayman, Audi R8, BMW M2, Honda Integra dan Honda Integra. Lalu Adi Godzilla juga turut ambil bagian dengan menampilkan Honda S2000, McLaren Senna dan masih banyak lagi.
Sementara trophy terbaik yang disandang oleh Lamborghini Aventador Raffi Ahmad diantaranya Bachelor of Babes, The Matte Master, High Roller, serta The Cylinder Master.
Kemudian untuk Lamborghini Aventador Rahaditya meraih Best Lamborghini Tuners. Untuk trophy Best McLaren Tuners disandang oleh McLaren 720S, lalu The Coolest Rims diraih oleh McLaren 765LT.
Berikutnya untuk Porche Cayman CRK meraih trophy The Wonder Wrap serta Best Porche Tuners. Lalu Audi R8 memperoleh The Wrap Work, BMW M2 mendapatkan trophy Editor’s Choice Award.

Setelah itu Honda Estillo menyabet gelar Best Drag Look, Best Modified Retro, The Four Fighter serta The NOStorious Demon dan Honda Integra Type R meraih Best JDM Modified dan Best Coupe Tuners.
Kemudian untuk Honda S2000 milik Adi Godzilla meraih The Carbonetic, dan McLaren Senna memperoleh gelar Top Gear, Gold Rush, serta Luxury4Play.
Nah, yang jadi persoalan mengapa mobil-mobil bernotabene hypercar tadi tidak ada satupun yang berhasil menyandang gelar Sultan atau The King? Jawabannya tentu kembali mengacu pada kualitas dan kuantitas modifikasi yang ditampilkan.

“Sebenarnya, mobil jenis apapun bisa jadi The King. Namun tentu saja memiliki tantangan lebih, mengingat IAM adalah event kompetisi modifikasi, bukan event balap maupun sejenisnya. Dimana kualitas serta kuantitas modifikasi harus di 8 sektor, semuanya harus diperhitungkan dalam sistem penilaian IAM,” urai Aditya Pradhana, salah seorang tim Judges IAM.
Dia juga menambahkan bahwa tantangan modifikasi bagi hypercar/supercars, biasanya ada pada sektor engine maupun undercarriage, karena memang dari sejak lahir mobil-mobil tersebut memiliki performa yang sangat tinggi.
“Namun jika kita mengacu pada dunia modifikasi di Eropa, Amerika, maupun Jepang, bukan tidak mungkin modifikasi yang ekstensif tetap dilakukan. Misalnya dengan penambahan twin turbo pada mesin naturally aspirated atau n/a, atau yang lebih radikal hingga engine swap ke jenis mesin lain, atau spek kompetisi. Jadi tidak terbatas pada exhaust maupun intake system saja,” tuntasnya.