Civic Type R FL5 Ini Bukan Lagi Hot Hatch, Tapi Monster Jalanan Bertenaga 484 HP!
Deru knalpotnya tidak terdengar seperti hatchback biasa. Dentumannya kasar, galak, sekaligus emosional.
iamautomodified.com, SURABAYA – Di balik bodi agresif Honda Civic Type R FL5 milik Andrew, tersimpan sebuah cerita personal yang menjadikan mobil ini bukan sekadar proyek modifikasi, melainkan kapsul kenangan yang terus hidup di atas aspal.
Bagi Andrew, kecintaannya terhadap Honda bukan lahir begitu saja. Semua berawal dari sang ayah yang dulu memiliki Honda Civic Ferio 1996 berwarna biru dengan transmisi manual. Mobil itu bahkan baru dilepas pada 2021 dengan kondisi odometer yang masih menyentuh 50 ribu kilometer.
“Dulu papa suka Honda Civic, pernah punya Ferio 1996 biru manual. 2021 lalu dijual, padahal masih 50 ribu km,” ujar Andrew, saat dikonfirmasi IAM, Kamis 28 Mei 2026.

Kecintaan itu akhirnya bermuara pada keputusan besar: membeli mobil manual impian yang mampu menghadirkan sensasi berkendara murni. Pilihannya jatuh kepada Civic Type R FL5, salah satu hot hatch paling brutal yang lahir dari pabrikan Jepang.
Namun di balik keputusan itu, ada momen yang begitu membekas. “Papa saya sempat naik mobil ini satu kali sebelum beliau jatuh sakit dan pergi selamanya,” kenang Andrew.
Kalimat sederhana itu membuat FL5 ini terasa jauh lebih emosional dibanding sekadar mobil performa biasa.

Dari Referensi Tuner Luar Negeri hingga Racikan Mesin Buas
Andrew mengaku konsep modifikasi mobilnya banyak terinspirasi dari tuner luar negeri, video YouTube, hingga tren modifikasi global yang kini mendominasi dunia performance car.
“Konsep dari tuner luar negeri, YouTube, sosmed, dan video-video online,” ucapnya. Berbeda dari sebagian builder yang mengejar tampilan ekstrem, Andrew memilih fokus utama pada performa. Dan hasilnya benar-benar tidak main-main.
Di sektor mesin, Civic Type R ini telah berubah menjadi monster jalanan berkat kombinasi part aftermarket premium kelas dunia.

Jantung mekanisnya kini dijejali PRL P700 upgraded turbo, PRL High Volume Air Intake, PRL Billet Intercooler, Eventuri x JS Racing Dry Carbon Turbo Inlet, HKS Super SQV4 BOV, hingga Hondata FlashPro yang menjadi otak tuning utama.
Seluruh racikan itu kemudian disempurnakan melalui proses tuned dan remap stage 2 oleh GUT Motorsport. Hasil akhirnya? Angka yang membuat banyak sports car harus menoleh dua kali.
“484 hp dan torsi 490 lbs,” ungkap Andrew.
Angka tersebut menjadikan FL5 ini bukan lagi sekadar Civic. Mobil ini berubah menjadi predator berpenggerak roda depan yang siap menerkam kapan saja pedal gas diinjak dalam-dalam.

Karbon, Brembo, dan Aura Mobil Jalanan Tokyo
Meski fokus pada performa, tampilan mobil ini tetap berhasil mencuri perhatian. Andrew menanamkan banyak sentuhan karbon fiber yang membuat aura racing semakin terasa brutal.
Mulai dari carbon fiber engine hood, carbon fiber front lip, carbon fiber front strut brace, hingga engine side cover berbahan karbon membuat mobil ini terlihat seperti baru keluar dari paddock balap Jepang.
Sektor kaki-kaki juga tidak kalah serius. Velg BBS gold 18 inci dipadukan dengan baut Rays sukses menghadirkan nuansa JDM yang kental. Sementara sistem pengereman mengandalkan Brembo BBK OEM depan dan Brembo rear 4 piston 345 mm disc yang membuat visual sekaligus kemampuan deselerasinya naik kelas drastis.

Suara buasnya sendiri lahir dari full system exhaust garapan ELFAM Racing. Sementara di malam hari, underglow light Aozoom membuat mobil ini tampil seperti karakter utama film balap jalanan futuristik.
Menariknya, Andrew mengaku bagian mesin menjadi sektor paling menantang selama proses modifikasi. “ENGINE,” jawabnya singkat ketika ditanya bagian tersulit dalam pengerjaan. Seluruh part yang digunakan pun full aftermarket dengan pemilihan merek-merek papan atas dunia.
“Merk ternama atau terkenal di luar negeri. PRL, Eventuri x JS Racing, HKS, Mugen,” katanya.

Dua Tahun Penuh Evolusi hingga Raih Gelar Best Hatchback
Perjalanan modifikasi FL5 ini tidak terjadi dalam semalam. Andrew membangunnya secara bertahap selama kurang lebih dua tahun hingga mencapai bentuk sekarang.
Meski tidak aktif dalam komunitas otomotif tertentu, mobil ini sudah wara-wiri di berbagai event dan kontes besar seperti meetup, rolling run, hingga IIMS x DS Contest.
Prestasinya pun bukan sekadar pajangan.
Andrew berhasil membawa pulang gelar Best Hatchback dan Best Turbo, dua penghargaan yang semakin mengukuhkan status FL5 ini sebagai salah satu Civic Type R modifikasi paling serius di tongkrongan performance car Indonesia.
Ketika ditanya bagaimana ia menggambarkan karakter mobil ini, jawabannya terdengar lugas namun sangat menggambarkan keseluruhan build. “Mobil full performa.”

Dan memang benar. Civic Type R FL5 milik Andrew bukan dibangun untuk sekadar dipandang. Mobil ini lahir sebagai simbol tenaga, gengsi, nostalgia, dan obsesi terhadap kesempurnaan performa.
Meski sudah buas, Andrew ternyata belum puas. Ia masih menyiapkan proyek lanjutan berupa bodykit dan upgrade audio untuk menyempurnakan evolusi mobilnya.
Soal tren modifikasi 2026, Andrew menilai penggunaan air suspension atau airsus akan semakin ramai. Namun untuk para Gen Z yang baru ingin terjun ke dunia modifikasi, ia punya pesan sederhana.
“Tergantung selera. Kalau mau gengsi, ya modifikasi eksterior. Kalau mau buat performa, ya modifikasi engine yang lebih utama.” tuntasnya.