Kijang Innova Diesel ‘Bagong’, Kian Beringas Pakai Turbo NOS dan Upgrade Mesin

iamautomodified.com, YOGYAKARTA – Bagi para penggila mesin diesel, Toyota Innova menjadi acuan menarik lantaran menjanjikan performa yang buas. Jikalau dilihat dari data spesifikasinya, Innova Diesel telah dibekali oleh mesin 2GD FTV berkapasitas 2.393 cc dengan VNT intercooler yang mampu menghembuskan tenaga 146 dk pada 3.400 rpm dan momen puntir 342 Nm yang bisa dicapai pada 1.200 sampai 2.800 rpm.
Bagi Dhody, tenaga tersebut belum terlalu buas, makanya diapun telah berhasil merombak sektor jantung pacunya. Dhody menyulap Innova lansiran 2012 miliknya itu sehingga memiliki daya output yang lebih besar.
Saat dijajal pada dynotest hasilnya sangat memuaskan, MPV ini bisa tembus diangka 372 HP – 400 HP apalagi ditambah dengan perangkat turbo NOS bisa mencapai 500 HP lebih.
“Mesin diesel itu kalau sudah diupgrade sangat mumpuni, hasilnyapun sangat memuaskan. Makanya saya lebih suka bermain diesel, bisa selow bisa juga lebih beringas, mobil kenceng tapi masih bisa digunakan daily use,” jelas Dhody.
Rahasianya adalah penggantian piranti turbo non VNT bawaan pabrikan dengan turbo RHF4 yang mampu menghasilkan boosting yang lebih besar, dari keadaan standar 0,7 bar menjadi 2,1 bar.

Biar boosting tenaga tersalurkan sempurna, ada juga penggantian piranti kustom seperti intercooler, dastek, intake racing, nozel, in&ex camshaft dan beberapa penambahan part lainnya. Masih soal mekanikal, komponen intercooler juga ikutan disesuaikan sehingga lebih bisa mumpuni mendinginkan udara bertekanan tinggi yang dihasilkan turbo.
Kemudian pada sisi elektrikal terpasang Engine Control Unit (ECU) shop Monstermax, dastek, ECU yang remap ulang ditambah pemasangan launch kontrol, dan double throttle control.
Tak hanya dari sektor dapurpacu, Innova ‘Bagong’ miliknya inipun telah dibekali beberapa part kastem di sektor kaki-kaki, seperti pelek pakai TE37 R18 yang dibalut dengan ban Bridgestone Potenza lebar 8,5mm, kemudian terdapat penambahan BBK Brembo Evo 8.
“Kalau untuk per pakai Tein dan shocknya saya mengandalkan Bilstein silver dari Jerman supaya terlihat kokoh. Untuk penamaan ‘Bagong’ karena saya suka pewayangan, jadi saya aplikasikan ke pada Innova saya ini,” tukasnya.
Untuk sektor luar, lanjut Dhody, terdapat penambahan aksen karbon, serta penyematan bodykit sebagai pemanis tampilan. Biar tampilan racing look-nya terpancar juga bisa mereduksi bobotnya, kap mesin bawaan dicopot jadi menggunakan bahan serat karbon.
“Aslinya Innova ini kan bodykitnya pakai OEM biasa type G lalu kita upgrade ke type V. Untuk Grillnya, Dhody juga sudah ganti dengan model Barong keluaran tahun 2015, sebab katanya untuk yang tahun 2012 lipsnya masih yang kecil.

Lanjut ke sektor pencahayaan, Dhody juga telah menyematkan beberapa penambahan aksesori pada headlamp, backlamp serta engine. Jadi waktu kap Innova ini dibuka, mesin jadi lebih terlihat bersih.
“Kalau untuk interior terdapat aksen karbon, jok kita ganti kulit, jok belakang dilepas karena dipakai buat NOS. Untuk audio, kita kastem standar saja seperti pakai threeway, 2 power dan pakai processor,” kata Dhody.
Untuk Kijang Innova yang satu lagi, Dhody mengatakan hampir mirip Noir. Awalnya hanya sebutan iseng, malah jadi ramai dipanggil Noir. “Untuk spek lebih-kurang sama dengan Innova Bagong, hanya saja Innova hitam lansiran 2013 ini tidak pakai NOS,” papar dia.
Bicara menyoal oprek mesin, Kenji AutoStation yang bercokol di Semarang ini memiliki keunggulan dalam mengoprek mesin diesel. Menurut Dhody, sejak awalnya Kenji AutoStation pernah terjun di Indonesia Automodified (IAM) Semarang 2021 lalu.
“Sejak awal kita hanya coba-coba main modifikasi, ngikutin hobi kemudian terjun di acara IAM di Semarang tahun lalu. Saat itu saya tergabung dalam klub Innova Jawa Tengah dan berhasil meraih trophy engine bay. Sebetulnya acara seperti bagus sih, mungkin kedepannya akan lebih semarak lagi apalagi saat ini pandemi Covid sudah melenggang, saran saya eventnya lebih ramai,” tuntasnya.