Mercedes Benz ini Laik Dapat Status TOP Undercariage, ini Sebabnya!

iamautomodified.com, JAKARTA – Mercedes Benz E300 berpenampilan sporty-elegant ini juga tak ingin kehilangan pamornya. Selama 11 hari mengikuti kompetisi mobil modifikasi IAM STATUS 2023, sedan berkelir merah candy itupun berhasil menempatkan posisinya sebagai TOP Undercarriage di ajang tersebut.
Kabarnya, untuk mengupgrade sektor undercarriage sang owner rela merogoh kocek sebesar Rp. 400 juta agar terkesan lebih kokoh dan beda dari Mercedes lainnya. Sang owner memang sengaja memaksimalkan rombakan pada sektor kaki-kaki, karena dia suka dengan tampilannya yang gambot serta kokoh.
“Sentuhannya dimulai dari air suspensinya, saya menggunakan management Airlift 4 titik, serta pergantian pelek BBS Super RS double step lips dengan dimensi radius 10,5mm depan dan 11,5mm belakang. Untuk pelek juga inden dari Eropa selama 1,5 bulan, karena ini merupakan spesial order dengan tampilan 5 dimensi,” buka Farhat, sang owner.
Selain itu, kata dia, untuk Big Brake Kit (BBK)nya juga sudah diganti dengan menggunakan AMG original 4 pot untuk depan dan 6 pot untuk belakang. “Intinya saya ingin maksimal lah,” tukasnya.

Jangan ditanya soal penampilan, mobil asal Eropa ini juga memiliki perawakan yang elegan, padu padan dengan tampilan luar yang memang sudah keren sejak lahir. Sehingga hanya diberi sentuhan sedikit saja sudah terlihat lebih macho dan stylish.
“Untuk proses painting, mobil ini telah mengalami dua kali pengecatan di Jacky Pengepul Workshop. Untuk proses painting saja membutuhkan waktu selama 6 bulan, sampai ketemu warna yang sreg. Bisa diklaim ini warna, mungkin mobil yang saya pakai ini menjadi Mercedes Benz E300 satu-satunya di Indonesia, dengan desain seperti ini,” bangga Farhat.
Hal inilah mengapa Mercedes Benz E300 ini dianugerahi sebagai TOP Undercarriage oleh dewan Judge IAM. Sebagai informasi, pria asal Serang-Banten ini telah tergabung dalam klub Baret.
“Saya tergabung di Klub Baret itu sudah berjalan 14 tahun. Tapi hanya sebatas member, karena kalau jadi pengurus gak ada waktunya. Sebenarnya mengikuti ajang IAM ini untuk mencari pengalaman, sementara penghargaan itu merupakan bonus,” tuntasnya.