Modifikasi LBWK Pajero Sport ini Masuk Tahap 60 Persen, Usung Dominasi Karbon dan Full Custom Body Kit
iamautomodified.com, SURABAYA — Proyek modifikasi Mitsubishi Pajero Sport milik Christian dengan konsep Liberty Walk (LBWK) terus berjalan dan kini telah memasuki tahap 50–60 persen.
Proyek garapan bengkel Carbonara ini mengedepankan pendekatan full custom body kit dengan dominasi material karbon, menjadikannya salah satu build yang cukup unik di segmen SUV modifikasi.
Leon, pemilik bengkel Carbonara sekaligus modifikator di balik proyek ini, menjelaskan bahwa konsep LBWK pada Pajero Sport tersebut berangkat dari keinginan pemilik yang terinspirasi langsung dari gaya khas Liberty Walk.

“Owner memang terinspirasi dari LBWK. Dari ide itu kita tuangkan dan kerjakan secara full custom, mulai dari bumper depan, bumper belakang, side skirt, sampai nanti ada tambahan splitter,” ujar Leon, saat dikonfirmasi IAM, Selasa (5/5).
Menurutnya, seluruh bagian eksterior tidak menggunakan kit jadi, melainkan dibuat dari nol. Pendekatan ini membuat hasil modifikasi lebih eksklusif sekaligus tidak dapat dikembalikan ke kondisi standar pabrikan. “Ini full bikin dari nol, bukan sekadar pasang body kit. Jadi memang benar-benar custom,” tegasnya.
Salah satu ciri utama proyek ini adalah penggunaan material karbon di berbagai sektor. Pada bagian depan, bumper dan lips dibuat menggunakan karbon, sementara di belakang akan disematkan diffuser berbahan serupa. Side skirt juga mendapat sentuhan karbon di beberapa bagian.

Tak hanya itu, sektor yang tergolong ekstrem hadir pada bagian atap. “Yang cukup ekstrem di sini itu karbon atap. Jadi atapnya nanti full karbon,” kata Leon.
Masuk ke interior, konsep serupa tetap dipertahankan dengan penambahan aksen karbon. Sejumlah ubahan yang telah dilakukan antara lain penggantian jok, pemasangan roll bar, upgrade sistem audio, serta blackout interior. Ke depan, penambahan elemen karbon masih akan dilanjutkan untuk memperkuat tema keseluruhan.
Di sektor kaki-kaki, perubahan difokuskan pada penggunaan velg berdiameter lebih besar. Pajero Sport ini beralih dari velg standar ring 17 ke ring 20 dengan merek aftermarket. Sementara itu, penggunaan air suspension masih dalam tahap rencana.

Untuk performa mesin, Leon menyebut ubahan masih bersifat ringan, meliputi perbaikan sistem piping dan rencana remap ECU. “Engine masih ringan dulu, perapihan piping dan remap,” jelasnya.
Proses pengerjaan proyek ini diperkirakan memakan waktu total sekitar dua hingga tiga bulan sejak awal pengerjaan. Dengan progres saat ini, Leon menargetkan penyelesaian dalam waktu sekitar satu bulan ke depan.

Dari sisi biaya, Leon mengungkapkan bahwa untuk tahap awal yang mencakup pembuatan body kit dan komponen karbon, pemilik perlu menyiapkan dana sekitar Rp50–70 juta. Namun, jika dihitung secara keseluruhan termasuk berbagai sektor modifikasi lainnya, total biaya bisa mencapai kisaran Rp400 juta.
Sebagai informasi, Carbonara sendiri dikenal sebagai bengkel yang fokus pada pengerjaan material karbon dan restorasi panel bodi, terutama untuk kendaraan klasik.

Namun dalam perkembangannya, bengkel ini mulai merambah ke modifikasi custom, termasuk pembuatan body kit seperti pada proyek LBWK Pajero Sport ini.
Leon berharap proyek ini tidak hanya menjadi karya personal, tetapi juga mampu tampil di ajang kontes modifikasi. “Harapannya mobil ini bisa jadi ikon, ikut kontes, dan bisa meraih hasil maksimal,” pungkasnya.