Honda Pamerkan Sisi Sporty di IAM Surabaya 2026, Brio K24 Jadi Sorotan
iamautomodified.com, SURABAYA — Gemerlap panggung International Automodified (IAM) Surabaya 2026 di Tunjungan Convention Center, Jawa Timur, pada 20-21 Juni, tak hanya dipenuhi deretan mobil modifikasi liar nan ekstrem. Di tengah gegap gempita para “sultan” modifikasi, Honda justru hadir dengan pesan tegas: mobil pabrikan berlogo H tetap punya DNA kuat untuk dirombak tanpa kehilangan jati diri.
Bukan sekadar memajang unit standar seperti dealer pada umumnya, Honda Surabaya Center memilih jalur berbeda membawa mobil-mobil yang sudah mengalami sentuhan modifikasi sebagai bukti bahwa kendaraan Honda tetap tangguh, reliable, dan fleksibel untuk berbagai konsep.
Marketing Communication Honda Surabaya Center, Kevin Cristiansen, menegaskan bahwa langkah ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, kultur modifikasi Honda di Indonesia sudah mengakar kuat sejak lama dan masih hidup hingga kini.

“Dari dulu Honda itu selalu punya tempat di dunia modifikasi. Mulai dari Honda City, Civic, sampai Jazz, semuanya punya sejarah besar. Bahkan banyak yang jadi king di eranya,” ujar Kevin di sela pameran, Sabtu 20 Juni 2026.
Kevin menjelaskan, Honda ingin menunjukkan bahwa identitas sebuah mobil tetap bisa dipertahankan meski sudah melalui ubahan ekstrem.
“Pesannya sederhana, mau dimainin seperti apa pun, mobil Honda tetap kelihatan Honda. Citra dan karakternya nggak hilang,” katanya.

Salah satu bintang utama di booth Honda kali ini adalah sebuah Honda Brio yang sukses mencuri perhatian. Namun ini bukan Brio biasa. Hatchback mungil itu menjelma monster lintasan setelah menjalani engine swap menggunakan mesin K24 mesin berkapasitas besar yang biasa bersarang di mobil performa Honda.
Racikan brutal itu dipadukan dengan roll cage penuh dan setelan khusus track day, menjadikannya salah satu mobil paling “nakal” di arena IAM Surabaya tahun ini. Mobil tersebut bahkan disebut Kevin sempat diuji di Sirkuit Mandalika dan direview oleh influencer otomotif Fitra Eri, membuktikan bahwa eksperimen ekstrem itu bukan sekadar pajangan.
“Itu memang mobil buat track use. Owner-nya eksperimen, ternyata Brio bisa pakai mesin sebesar itu dan tetap mampu. Itu yang bikin banyak orang penasaran,” ungkapnya.

Tak heran, booth Honda menjadi salah satu titik keramaian di IAM Surabaya. Banyak pengunjung, komunitas, hingga pecinta balap datang untuk melihat langsung bagaimana sebuah city car mungil bisa berubah menjadi monster sirkuit.
Selain memamerkan sisi liar modifikasi, Honda juga memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan promo penjualan. Salah satu yang diunggulkan adalah Honda Brio E CVT dengan bonus paket perawatan berkala gratis selama empat tahun atau hingga 50.000 kilometer.
Bagi Kevin, keikutsertaan Honda di IAM bukan hanya soal branding, tetapi juga cara merawat hubungan dengan komunitas otomotif yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan merek tersebut.

“Event seperti ini seru, komunitasnya kuat, pecinta otomotif Surabaya juga besar. Semoga IAM ke depannya makin besar, makin meriah, dan bisa mengundang kami lagi,” tutup Kevin.
Di tengah lautan bodykit agresif, velg mahal, dan mesin yang meraung liar, Honda membuktikan satu hal: modifikasi bukan soal menghilangkan identitas, tapi justru mempertegas karakter. Dan di IAM Surabaya 2026, karakter itu meraung lebih keras dari biasanya.