CHASING PERFECTION – HONDA S2000

Sulit untuk dibantah, S2000 merupakan salah satu karya terbaik Honda. Namun bagi Yemin, sang pemilik S2000 berwarna Indy Yellow Pearl ini, berbagai penyempurnaan tetaplah harus dilakukan…
Roadster yang diproduksi dari tahun 1999 hingga 2009 ini diperkenalkan pertama kali sebagai sebuah mobil konsep bernama Sport Study Model (SSM). Fitur-fitur utama yang dimiliki merupakan senjata utamanya: mesin F20C berkapasitas 1.997cc dengan layout front mid bertenaga 237-247hp, penggerak roda belakang dengan Torsen limited slip differential, transmisi manual enam-percepatan, yang terpasang pada sasis berteknologi ‘high X-bone frame’ yang diklaim Honda dapat meningkatkan rigiditas sekaligus keamanan saat terjadi benturan. S2000 akhirnya diperkenalkan Honda di tahun 1999, bertepatan dengan ulang tahun ke-50 pabrikan Jepang tersebut. Tak heran, dengan segala resep yang dimiliki, Honda menyebut roadster dua tempat duduk ini sebagai platform yang memiliki “world’s top level, high performance 4-cylinder naturally aspirated engine” . . .


Puluhan penghargaan dari media maupun lembaga internasional mengamini klaim Honda tersebut, namun ditangan penggila performa seperti Yemin, kesempurnaan masih harus dikejar lebih jauh. Konsentrasi ubahan pada S2000 miliknya berada di bagian dapur pacu, sebagian diantaranya dimulai dari 2,2 Litre Stroker Kit I Type keluaran Toda, High Power Profile Piston Heads 1,55mm bore up cylinder body, I-Beam Condrod, camshaft IN 295deg (13mm), EX 290deg dari pabrikan yang sama, porting dan polishing cylinder head oleh Garage R, ARC Titanium Induction Kit, header 4-1 serta F-CON V-PRO II keluaran HKS, disamping puluhan parts lainnya yang diklaim membuat tenaga bisa terdongkrak menjadi 280HP pada 10.600rpm (on crank) dengan bahan bakar oktan 96 atau 320HP pada 11.680 rpm dengan HKS Drag Racing Fuel .

Demi mencapai kesempurnaan, tentunya ubahan tidak hanya terjadi di sektor dapur pacu. Pada kaki-kaki misalnya, kini terpasang, diantaranya, Volk Racing RE30 Limited yang terbungkus Advan Neova AD07 dan ditopang oleh Coilover Bilstein PSS9, sementara pengereman kini mengandalkan Big Brake Kit 6 pot dengan piringan 330mm pada bagian depan. Selain pewarnaan Indy Yellow Pearl, pada sektor eksterior kini terpasang pula bumper depan, fender, wing, bumper belakang, dan over fender belakang keluaran ASM ISDesign, yang membuat S2000 generasi pertama ini tampak lebih kekar sekaligus aerodinamis. Dibalik itu, sisi interior kini juga membawa beberapa perubahan yang mendukung, seperti diantaranya tempat duduk BRIDE GIAS Low Max dengan seat rail subframe-nya, Takata 4-point harness, Cusco Safety21 Roll Cage 5-point dengan Harness Bar, serta lingkar kemudi Mugen Racing III dengan beberapa gauges keluaran Defi.


Dengan berbagai upgrade performa tersebut yang masih ditambah kelengkapan audio yang dimulai dari head unit Pioneer DEH-9350DS, HDTA600, serta Rockford T 1500-1BD yang berujung pada speaker 2 Way Dynaudio dan 2 buah subwoofer Rockford P2 12-inci, mudah-mudahan kini tidak terlalu sulit bagi Yemin untuk mendapatkan kesempurnaan tertinggi saat berkendara dengan S2000 miliknya. Dahsyat!


Words: A.M.P | Images: Adrian P.