Debby Dbay Sulap Toyota Yaris GT Jadi Kisah Perjalanan Hidup Bernuansa Mitologi Jepang
iamautomodified.com, JAKARTA – Di tengah deretan mobil berperforma tinggi dan modifikasi agresif yang memadati Toyota GR Car Meet 2026 di Parkir Timur Senayan, Sabtu (16/5/2026), sebuah Toyota Yaris GT berkelir mencolok sukses mencuri perhatian pengunjung.
Bukan karena ubahan ekstrem pada bodi atau kaki-kakinya, melainkan karena mobil tersebut menjelma menjadi sebuah kanvas berjalan.
Adalah Debby Dbay, seorang seniman pelukis sekaligus pemilik Toyota Yaris GT tersebut, yang menghadirkan sentuhan berbeda di ajang itu. Seluruh karya visual di bodi mobil dibuat langsung menggunakan teknik lukis tangan dan dirancang khusus untuk diperkenalkan perdana di Toyota GR Car Meet 2026.

Menariknya, pengerjaan mobil yang dipenuhi warna-warna neon itu tidak memakan waktu berbulan-bulan. Debby mengaku proses pengerjaannya hanya berlangsung selama dua pekan.
“Sebetulnya cuma dua minggu. Warnanya juga banyak banget karena banyak dicampur. Kita lebih banyak main warna neon, makanya tampilannya jadi lebih nyala,” ujar Debby.
Namun lebih dari sekadar permainan warna, tiap sisi mobil menyimpan cerita yang dirangkai seperti babak perjalanan kehidupan manusia. Debby mengambil inspirasi dari filosofi dan mitologi Jepang yang diterjemahkannya ke dalam visual pada bodi mobil.
Menurutnya, mobil identik dengan perjalanan, sehingga ia ingin menghadirkan makna perjalanan hidup melalui karya tersebut.

“Ceritanya aku beli dari filosofi mobil. Mobil itu kan sebuah perjalanan, jadi aku ambil perjalanan hidup dan aku representasikan lewat mitologi Jepang,” katanya.
Di bagian depan, Debby menghadirkan Nagaryu sebagai simbol permulaan. Kemudian terdapat Kitsune dan Genbu yang melengkapi narasi visual tersebut. Memasuki sisi lainnya, muncul karakter Oni dan Komainu yang melambangkan fase konflik dalam perjalanan hidup.
Sementara di bagian atas, terdapat Yatagarasu, burung dalam mitologi Jepang yang dipercaya sebagai penunjuk jalan sekaligus pelindung. Sedangkan di bagian belakang, Debby menghadirkan Kirin sebagai simbol perdamaian dan kelahiran kembali.

“Jadi dari depan sampai belakang itu seperti perjalanan hidup. Dimulai dari awal, ada konflik, lalu berakhir damai,” ucapnya.
Sebelum menggarap bodi mobil, Debby mengaku lebih banyak menuangkan kreativitasnya pada media seperti sepatu dan jaket. Toyota Yaris GT ini menjadi salah satu media dengan skala terbesar yang pernah ia kerjakan.
Menariknya lagi, mobil lansiran 2006 itu nyaris tidak mendapat sentuhan modifikasi lain selain pada sisi visual. Debby sengaja mempertahankan fokus pada karya seni yang menjadi identitas utamanya.

Baginya, proyek ini juga menjadi cara memperkenalkan potensi seniman Indonesia di dunia modifikasi otomotif. “Modifikasi sudah banyak, tapi yang benar-benar dilukis tangan masih jarang. Kebanyakan pakai decal, wrap, atau livery.
Kita pengin nunjukin kalau seniman Indonesia itu punya talenta dan bisa bikin sesuatu yang berbeda,” tutup Debby.
Di antara raungan mesin dan aroma ban yang menguar di Toyota GR Car Meet 2026, Toyota Yaris GT milik Debby Dbay seolah berbicara dengan caranya sendiri. Sebuah mobil yang tidak hanya bergerak di atas aspal, tetapi juga membawa cerita di setiap goresan warnanya.