Original Eighteen Arahkan ‘Newers’ Main Modif, Ini kata Wawan!
iamautomodified.com, YOGYAKARTA – Mengusung nama sebuah bengkel carwash yang bercokol di wilayah Jogja, Ground Sindrome mulai berekspansi di kalangan komunitas mobil dengan memboyong 3 buah mobil ‘jagoannya’ di ajang IAM MBtech yang berlangsung di Sleman City Hall-Jogja pada 30-31 Maret 2019 lalu.
Menurut Wawan, Ground Sindrome sebenarnya baru ‘turun gunung’ beberapa tahun terakhir ini. Sementara wadah komunitas tempat Wawan bernaung adalah Original Eighteen. Klub ini sudah mengalami regenerasi dan saat ini sudah menanjak ke-9 tahun, seangkatan dengan Freedom, Option dan klub lainnya.
“Jadi ya saya buat nama Ground Sindrome Original Eighteen, karena awalnya saya yang getol kontes. Sebenarnya saya yang turun bawa nama Ground Sindrome, cuma anak-anak kepingin ikut akhirnya ya kita terjun. Kita menerjunkan 3 mobil yaitu Honda Accord, Mazda RX8 dan BMW,” jelas Wawan, saat ditemui di sela-sela acara.
Dia juga menyatakan, Original Eighteen merupakan klub yang tidak mengikat. Artinya gak harus kumpul-kumpul saja, tapi sewaktu ada kontes mereka harus turun. “Nah itu barengan kita pukul rata. Contohnya, kalau ada kontes dimanapun kita ‘songgo’ bareng,” tukasnya.
Di Eighteen ini, kata Wawan, mereka biasanya ngerjain eksterior dulu, karena sektor itu yang paling utama dilihat orang. Nantinya, kalau ada budget lagi, mulai ada penambahan sektor berikutnya, seperti fokus di interior, audio dan seterusnya.
“Kita juga tidak memiliki aliran khusus, karena mobilnya juga bermacam-macam dan kita gak homogen. Ya, lebih ke totalitas saja sih. Katakanlah mau ke aliran stance nih, untuk meet up, ya kita nurunin mobil-mobil meet up,”.
Siapapun, kata dia, yang mau terjun kontes monggo. Mau mobil apapun, Wawan hanya mengarahkan. Contohnya, jika ada member baru yang kepingin ikut kontes, tapi kepingin dapat piala. Wawan selalu mengarahkan teman-temannya mau mengusung konsep apa?.

“Sefatal-fatalnya jika ada yang gak mau modif, tapi mau ikut kontes dan dapat tropi. Kita tetap mengarahkan dengan menawarkan SPG sebanyak-banyaknya. Logikanya, kalau untuk biaya modifikasi menyita budget Rp. 5-10 juta, tapi dengan sewa SPG dengan harga segitu, sudah tentu dapat piala,” kata Wawan, optimis.
Kebanyakan sekarang ini, lanjutnya, hampir semua orang terutama ‘newers’ kalau modif mobil itu semuanya kepingin dimasukin. Namanya mobil kan ada lima sektor; eksterior, interior, undergarage, engine serta audio.
“Semua part kepingin dimasukin. Tapi kemudian pada akhirnya dia kalah dengan mobil tertentu yang mungkin undergaragenya full spek atau interiornya full spek dan sebagainya tapi malah dapat piala banyak, tapi mobil yang dijejalin 5 sektor tadi malah gak dapat apa-apa?,” kata dia.
Idealnya, menurut Wawan, kalau mau kontes dan main modifikasi harus tahu konsep mobil seperti apa? Jadi jalannya mau digimanain dulu?. Jangan asal, kita lihat mobilnya orang bagus, dipasang di mobil kita belum tentu bagus pula.
“Kalau konsep awal kita sudah salah, ya sudah pasti bakal kalah ujung-unjungnya. Kalau mau dibenerin ya harus rombak total,” tegas Wawan.
Sembari bercerita, Wawan juga mengeluhkan soal berbagai event yang mengatasnamakan ‘Meet Up’. Menurutnya, namanya meet up itu setahu dia adalah ajang kumpul-kumpul komunitas gitu. Ada saling sharing, kopdar dan lain sebagainya.
“Kalau di Luar Negeri kata ‘Meet Up’ itu artinya benar-benar kumpul. Tapi kalau di Indonesia sudah beda makna. Kumpul, tapi ada biaya pendaftaran dan kategorinya. Ini Meet Up atau Kontes? Apalagi sampai disitu Meet Up dengan kategori dan regulasi yang tertulis Best apa gitu. Wong namanya Best dilihatnya variable dong, gitu. Nah, disitulah yang salah kaprah,” beber Wawan.